1. WARNING! BUATLAH THREADS PADA CATEGORY YANG DI SEDIAKAN
    Forum di MODERATOR !Bentuk Komentar Spam/ Threads Spam Akan di Hapus Keseluruhan Threads & Post dan Block IP BANTUAN hubungi mkt.inibola@gmail.com
    Dismiss Notice

Kisah Kenikmatan Tubuh Para Perawat Di Bandung Bagian 3 Tamat

Discussion in 'Cerita Sex' started by ceritabecek, Dec 24, 2017.

  1. ceritabecek

    ceritabecek New Member

    Joined:
    Dec 6, 2017
    Messages:
    10
    Likes Received:
    0
    Gender:
    Female
    Location:
    Indonesia
    Kisah Kenikmatan Tubuh Para Perawat Di Bandung Bagian 3 Tamat - Cerita Becek.

    [​IMG]

    Hari ini adalah hari ke lima setelah kepergian Ratih. Mbak Tia, pengganti sementara Ratih, ternyata adalah adik ipar ayah Rudi. Jadi, adik istri si bapak tua itu. Mbak Tia adalah seorang perempuan Sunda yang ramah. Wajahnya lumayan cantik, kulitnya berwarna hitam manis, badannya agak pendek dan bertubuh montok. Ukuran buah dadanya besar. Jauh lebih besar dari Ratih dan senantiasa berdandan agak menor. Wanita yang berumur hampir 40 tahun itu mengaku belum pernah menikah karena merasa bahwa tak ada laki-laki yang bisa cocok dengan sifatnya yang avonturir. (avonturir adalah orang yang suka melakukan pertualangan)

    Saat ini ia bekerja secara freelance di sebuah stasiun televisi sebagai penulis naskah. Kemampuan bergaulku dan keramahannya membuat kami cepat sekali akrab. Lagi-lagi, kamarku itu kini menjadi markas curhatnya Mbak Tia.

    "Panggil saya teh Tia aja deh..," katanya suatu kali dengan logat Bandungnya yang kental.
    "Kalau gitu panggil saya David aja ya teh.., ngga usah pake pak-pakan segala..," balasku sambil tertawa.

    Baru 5 hari kami bergaul, namun sepertinya kami sudah lama saling mengenal. Kami seperti dua orang yang kasmaran, saling memperhatikan dan saling bersimpati. Persis seperti cinta monyet ketika kita remaja. Saat itu seperti biasa, kami sedang ngobrol santai dari hati ke hati sambil duduk di atas ranjangku. Aku memakai baju kaos dan celana pendek yang ketat sehingga tanpa kusadari tekstur penis dan testisku tercetak dengan jelas. Bila kuperhatikan, beberapa kali tampak teh Tia mencuri-curi melirik selangkanganku yang dengan mudah dilihatnya karena aku duduk bersila. Aku sengaja membiarkan keadaan itu berlangsung. Malah kadang-kadang dengan sengaja aku meluruskan kedua kakiku dengan posisi agak mengangkang sehingga cetakan penisku makin nyata saja di celanaku. Sesekali, di tengah obrolan santai itu, tampak teh Tia melirik selangkanganku yang diikuti dengan nafasnya yang tertahan.

    Kenapa aku melakukan hal ini? Karena libidoku yang luar biasa, aku jadi tertantang untuk...

    Baca Selengkapnya klik ---> Kisah Kenikmatan Tubuh Para Perawat Di Bandung Bagian 3 Tamat
     

Share This Page