1. WARNING! BUATLAH THREADS PADA CATEGORY YANG DI SEDIAKAN
    Forum di MODERATOR !Bentuk Komentar Spam/ Threads Spam Akan di Hapus Keseluruhan Threads & Post dan Block IP BANTUAN hubungi mkt.inibola@gmail.com
    Dismiss Notice

Tiwi Yang Seksi dan Nina Sepupunya Yang Masih Siswi SMP

Discussion in 'Cerita Sex' started by ceritabecek, Dec 15, 2017.

  1. ceritabecek

    ceritabecek New Member

    Joined:
    Dec 6, 2017
    Messages:
    10
    Likes Received:
    0
    Gender:
    Female
    Location:
    Indonesia
    Tiwi Yang Seksi dan Nina Sepupunya Yang Masih Siswi SMP - Cerita Becek.

    [​IMG]

    Berawal dari perjalananku keluar kota aku bertemu dengan 2 gadis hot yang menemaniku sepanjang perjalanan hingga aku tak merasa jenuh. Malam itu aku memutuskan untuk pergi ke Jawa Tengah. Aku berangkat dari Jakarta dengan naik bus antar provinsi, dari terminal aku berangkat sore hari sekitar jam 5 sorean. Saat aku mencari tempat dudukku aku melihat 2 gadis yang sangat aduhai sekali. Umurnya sekitar 24 tahunan dan juga memiliki body yang sangat istimewa menurutku.

    Sambil terus berpura-pura mencari tempat dudukku, aku terus melirik 2 gadis cantik itu, hingga akhinrya aku menemukan tempat dudukku yang berada di sebelahnya persis. Aku pun tersenyum ketika melihatnya duduk di sampingku, dan ketika aku tersenyum 2 gadis itu pun membalas senyumanku dengan manis. Hingga aku terus berpikiran untuk mengajaknya berkenalan. Namun baru saja aku mau mengajaknya berkenalan malah salah seorang gadis itu sudah menanyaiku lebih dulu.

    "Mau pergi kemana mas?" tanyanya.
    "Eh mau ke Bojonegoro, mbak mau kemana?" tanyaku.
    "Saya mau ke Rembang, nih mulangin anak bandel ini ke orang tuanya," katanya.
    "Rumah orang tuanya di Rembang ya?" tanyaku lebih lanjut.
    "Bukan sih, masih jauh di desa, ke Randublatung," katanya.

    Aku tidak tahu dimana Randublatung tapi seingatku ketika melihat peta, desa itu letaknya jauh dari Rembang. Akhirnya kami akrab ngobrol dan dia mengaku bernama Tiwi dan di Jakarta bekerja sebagai SPG. Dari gayanya sepertinya Tiwi agak gampang digoyang.

    Suasana makin redup dan akhirnya bus berhenti di wilayah Sukamandi Jawa barat, kami mendapat makan malam gratis. Ketika aku tinjau, menunya hanya sepotong bandeng, sambel dan lalapan. Mereka berdua aku tawari traktir makan yang lebih enak di bagian lain restoran. Mulanya Tiwi agak canggung, tetapi Nina, gadis kecil itu langsung setuju. Maka kami makan dengan hidangan yang lebih baik.

    Setelah makan kami kembali duduk di bus, dan obrolan kami makin akrab. Seperti biasanya, bus ini sesampai di Rembang masih gelap mungkin sekitar jam 3 pagi. Menurut Tiwi mereka mau menunggu di warung tempat pemberhentian bus sampai hari agak terang. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan ke Desa.

    Terenyuh juga mendengar kisah mereka, sehingga aku menawarkan untuk menginap saja di hotel, sampai hari mulai terang, setelah itu baru jalan ke kampung.

    "Saya gak punya duit mas, lha wong ini aja uangnya ngepas banget," kata Tiwi. Aku lalu menawarkan biar aku saja yang bayar, dan aku juga akan ikut turun di Rembang.

    Sejak naik dari rumah makan tadi, Tiwi makin akrab saja, dia memeluk tanganku. Katanya dia merasa dingin. Aku merasakan tekanan dari susunya ke bagian lenganku. Perlakuan ini membuat voltase di tubuhku meningkat. Aku lantas berpikir, buat apa turun di Rembang kalau memang tujuannya untuk menginap. Aku menawarkan untuk menginap saja di Semarang. Tanpa pertanyaan sedikit pun Tiwi langsung menyetujui. Dia makin erat memelukku, seperti kami sudah lama berkenalan.

    Sementara rangsangan makin tinggi, aku belum menemukan jalan, bagaimana cara mengeksekusi Tiwi, kalau ada keponakannya. Tidak ada titik terang, sementara bus sudah mulai memasuki Kendal, yang berarti tidak lama lagi akan sampai Semarang. Sesampainya di Semarang, kami turun dari bus dan langsung berpindah ke taksi. Aku memilih hotel Ciputra di Simpang Lima Semarang.

    Tiwi dan Nina seperti terheran-heran melihat hotel pilihanku.

    "Oom bagus banget hotelnya, kan mahal nginep di sini," kata Nina.

    Aku mendapat kamar double bed.

    "Mas sayang banget kalau cuma nginep sebentar di sini, kamarnya enak banget," kata Tiwi sambil melihat sekeliling.

    Nina mencoba tempat tidur yang memang empuk, dia duduk sambil menggenjot-genjot kasur. Setelah mengemas barang, yang hanya sebuah ransel, aku pamit mau menyegarkan badan. Sambil menggosok gigi, aku mengisi bak dengan air hangat. Rasanya nikmat sekali berendam berlama-lama dalam bak mandi. Kontolku dari tadi sudah menegang, jadi semakin keras ketika terendam air hangat.

    Aku dikejutkan oleh pintu kamar mandi yang tiba-tiba terbuka. Tiwi sambil cengar-cengir mengatakan tidak tahan, kebelet pipis. Setelah memelorotkan cd nya dia langsung duduk di closet. Terdengar desiran air kencingnya cukup lama juga. Aku tidak bisa berlindung, karena sedang telentang dan full telanjang. Tiwi mencoba merasakan hangatnya air.

    "Enak ya mas," tanyanya.
    "Seger banget," kataku.
    "Aku ikutan ah berendam, badan ku yo terasa lengket, karena tadi mau berangkat gak sempet mandi."

    Setelah membersihkan kemaluannya dengan semprotan air. Tanpa ragu Tiwi mulai membuka...

    Baca Selengkapnya klik ---> Tiwi Yang Seksi dan Nina Sepupunya Yang Masih Siswi SMP
     

Share This Page